Aku
mencintaimu dengan dada yang sesak, dada yang
berat di
bawah langit ini, dikelilingi batu di atas tumpukan semak
Aku
merindumu diatas daun yang dijatuhi hujan
tergoyahkan
setiap waktu di samping bangunan,ditemani ratapan
Terjadi lagi
ini, ku kira dulu sudah cukup
Aku
mengasihi kelembutan yang menyentuh melengkapi
kekosongan
kasar begitu berat terjadi
yang
dirampas ketika sudah memanggilnya berada melingkup
Aku kira
sudah akan selalu bersama kita
dengan cinta
yang ada, bersama meniadakan berat
Memenggal
bau pekat, menyanjung lara untuk menjadi teman
di setiap
kedatangan duka
Terlalu
sulit melepaskan bunga yang telah menyentuhku
memberikan alasan
telah dimana aku berdiam terpaku
aku kira
siang esok akan menyandingku dengan damai
walau ku
tahu, karang dan jurang di depan begitu ramai
aku adu
nalar dimana ku paksakan bersama
berpura pura
akan kuat walau tak mungkin
bungaku tergenggam
selalu, ia dijerat peluk cincin lamaran sebutnya
aku rasa ini
akan terlalu pahit, terlalu banyak rasa asin
Babakan Dangdeur, 08 Mei 2013,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar