Minggu, 30 Desember 2012

The road to Bayah, Cikotok, Malingping through Pelabuhan Ratu.

Sekitar 4 jam, perjalanan menuju rute kaya di photo. ke Maingping, pasir putih dari Bayah 2 jam, perjalanannya lurus, cukup menyenangkan melihat pemandangan pantai, tapi hati hati ya, banyak jurang yang bisa mengancam keselamatan, jangan terlena oleh pemandangannya, hayoo coba dari pada penasaran, dari Pelabuhan Ratu, bisa menikmati, Pantai Supa, Citepus, Cimaja, Karang Hau, Cibangban, Karang Taraje, Bayah, Sawarna, Pulau Manuk, Pasir putih dan yang lainnya. :D




Try this! Poponcol, Tasikmalaya.

Free view to the sea

Liburan yooo, yang lagi nyari tempat untuk berlibur, suka pantai, lihat pemandangan laut,ada salah satu tempat ni, lokasinya lumayan jauh, sekitar 2 jam dari Pangandaran :)))

kalo belum puas di pangandaran, coba lanjut perjalanan ke sebelah kiri bunderan, jalan yang mau keluar dari gapura Pangandaran, jalur ke Cikalong, Tasikmalaya. lewat terminal. dari sana kamu bakal lewatin banyak wisata pantai dan yang lainnya; Green Canyon, Batu hiu, Batu karas,dan tentunya poponcol. lanjut pulang menuju Bandungnya lewat jalur Tasik, jadi ga lewat Banjaran mang bro/ neng bro,, wara wiri nih! ya mudah2n aja bisa dapet perjalanan yang menyenangkan, sedikit curhatnya, saya dan teman2 melewati perjalanan ini,3 motor/6 orang, jalur yang pertama kali saya lalui di daerah ini, berangkat dari Bandung, lewati Garut, Tasik, Banjaran, Ciamis, Pangandaran.

Coral sea with the beautiful waves

Dapetin pengalaman baru yooooo..

MANTAPP, Mangga dicobi!! :D




Puisi Deskriptif


Karanaval Kota
Abdulaziz Lutfi

Jalanan ramai warna warni kendaraan
Macam-macam asap knalpot bermuatan di sepanjang jalan
Yang ku lalui, banjir angkutan
Supir dari mana-mana menggali harta hidup setoran
Ikut dalam keramaian

Sore itu masih terasa segar setelah hujan mengguyur kota
Namun hanya sudah terbiasa terganggu oleh kenakalan manusia
Geser kanan, kiri, atas, bawah, sedikit memojok
Ku ubah spion motor biruku
Buka tutup kaca helm,
 jelas aku tak bisa berbohong
Aku terganggu

Seperti karnaval yang diawasi orang-orang tinggi berompi hijau
Aku patuhi mereka berharap perjalanan nyaman
Sesalku tak terhenti
Jalanan masih saja ramai tak beraturan,
Antrian panjang dengan keegoisan sampai tujuan
Cepat, memanjang, selip
Lampu merah diterobos, lampu hijau dilewati para penyebrang
Mereka yang berompi hijau sedang membuka topi tertawa gembira
Menggoda wanita-wanita kota
Yang mana, yang harus ku ghibahkan lagi
Kota ini seperti hutan berisikan kebuasan
dengan aturan rimbanya

Bandung , 23 December 2012

Puisi kritik

SAMA

Aku berada di tengah- tengah banyaknya orang pintar,
Namun mengapa melihat ketidakadilanpun mereka tak bergetar
Aku dirundung pilu berkeringat dingin demam melihat terlalu banyak sandiwara
Kepintaran mereka menindas kebodohan, bijakku berkata,”wahai Anda, Anda dengan kepintaran, mengapa anda begitu picik  mengarang bangga dengan penindasaan, aku kira adamu karena dengan adanya mereka
Bukan mereka yang tak sepintar dirimu mengalah, bukan mereka tak berdarah
Yang kapanpun bisa memanas berarah
Tapi keadaan ini bukan karangan manusia
Anugrah ini diberikan pada kalian bukan untuk atau dengan sia-sia
Inginku jubah pembeda terobek terlihat sama
Berisikan kesamaan yang memang tak berbeda
Aku rindu kalian yang sama-sama berbagi mungkin secarik kertas
dengan goresan perbedaan yang mengada abadi atas nama yang
Maha Pintar

A.M Lutfi Abdul Aziz