Minggu, 30 Desember 2012

Puisi Deskriptif


Karanaval Kota
Abdulaziz Lutfi

Jalanan ramai warna warni kendaraan
Macam-macam asap knalpot bermuatan di sepanjang jalan
Yang ku lalui, banjir angkutan
Supir dari mana-mana menggali harta hidup setoran
Ikut dalam keramaian

Sore itu masih terasa segar setelah hujan mengguyur kota
Namun hanya sudah terbiasa terganggu oleh kenakalan manusia
Geser kanan, kiri, atas, bawah, sedikit memojok
Ku ubah spion motor biruku
Buka tutup kaca helm,
 jelas aku tak bisa berbohong
Aku terganggu

Seperti karnaval yang diawasi orang-orang tinggi berompi hijau
Aku patuhi mereka berharap perjalanan nyaman
Sesalku tak terhenti
Jalanan masih saja ramai tak beraturan,
Antrian panjang dengan keegoisan sampai tujuan
Cepat, memanjang, selip
Lampu merah diterobos, lampu hijau dilewati para penyebrang
Mereka yang berompi hijau sedang membuka topi tertawa gembira
Menggoda wanita-wanita kota
Yang mana, yang harus ku ghibahkan lagi
Kota ini seperti hutan berisikan kebuasan
dengan aturan rimbanya

Bandung , 23 December 2012

2 komentar:

The Cup Cake mengatakan...

like this (Y) the real image of todays life.. based on ur story y k.. ^_^

The Cup Cake mengatakan...

based on true story when traffic jam and the real fact cibiru today